Mengenal Produk

Mengenal Jenis dan Fungsi Alat Pelindung Telinga

Mengenal Jenis-jenis dan Fungsi Dari Alat Pelindung Telinga untuk Pekerjaan

Setiap perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan industri, kontraktor, manufaktur, hingga jasa, memiliki kewajiban untuk memfasilitasi para pekerjanya dengan alat pelindung diri (APD), sebagai penerapan standar K3.

Salah satu jenis alat APD yang paling fital adalah alat pelindung untuk telinga. Penggunaan APD ini memberikan pengaruh pelindungan terhadap bagian tubuh yang cukup vital karena menyangkut dengan indera yang dimiliki oleh manusia, dan tentunya penggunaannya juga disertai dengan APD lain.

Berdasarkan jenisnya, ternyata alat pelindung telinga yang sesuai standar APD dibagi menjadi 2. Berikut penjelasannya:

1. Ear Plug

Sumber foto: amazon.com

Alat pelindung telinga ini digunakan dengan cara dimasukkan pada bagian luar dari lubang telinga. Ear plug ada yang terbuat dari foam / busa / spons, dan ada yang terbuat dari bahan karet (rubber).

Penggunaan Ear plug dapat mengurangi intensitas suara (tingkat kebisingan suara) hingga menjadi 24 – 32 dB (desiBel) pada ear plug berbahan foam, sedangkan pada ear plug berbahan karet, dapat mengurangi intensitas suara hingga menjadi 15 – 28 dB dari kondisi kebisingan sebenarnya.

Ada juga ear plug yang terbuat dari bahan dasar lilin. Namun jenis ini hanya digunakan untuk sekali pakai.

 

 

 

 

2. Ear muff

Sumber foto: dreamstime.com

Ear muff memiliki model lebih besar seperti head set yang biasa dipakai untuk mendengarkan musik, sehingga secara kemampuan dalam meredam pada Ear muff lebih baik daripada ear plug. Karena itulah, biaya ear muff dipastikan lebih mahal daripada ear plug.

Ear muff memiliki kemampuan untuk mengurangi intensitas suara dari lingkungan sekitar hingga menjadi 20 – 38 dB. Ear muff diciptakan menjadi 3 model, yaitu head band ear muff, neck band ear muff, dan cap attachable ear muff.

Keunggulan dari Ear muff adalah lebih nyaman digunakan dalam jangka waktu lama dibandingkan ear plug. Sayangnya, kekurangan dari ear muff yang model head band tidak bisa digunakan bersamaan dengan helm safety dan tidak akan nyaman jika digunakan bersama kacamata safety.

Biasanya untuk pekerjaan dengan tingkat kebisingan yang sangat tinggi, pekerja bisa menggunakan perpaduan ear muff dan ear plug sekaligus.

 

Itulah informasi mengenai jenis dan fungsi dari alat pelindung telinga yang sesuai standar APD. Semoga informasi ini bisa membantu anda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *