Mengenal Produk

Cara Terbaik Mengatasi 7 Jenis Masalah Cat Tembok

Cara Terbaik Mengatasi 7 Jenis Masalah Cat Tembok

Permasalahan tembok seperti mengelupas, pengapuran, hingga cat yang menggelembung, pasti sering kita temui dalam keseharian kita. Masalah seperti ini memang tidak menimbulkan gangguan pada struktural bangunan, namun tetap saja menimbulkan rasa risih dan tidak nyaman saat dilihat.

Namun ada baiknya masalah seperti ini tidak perlu anda khawatirkan berlama-lama, berikut ini kami tampilkan informasi terbaik dari kami mengenai cara paling tepat dalam mengatasi 7 jenis masalah cat tembok.

 

Sumber foto: media.rooang.com

1. Cat mengelupas

Pengelupasan cat pada tembok dapat disebabkan 2 hal. Pertama, karena kurangnya kebersihan tembok yang akan dicat, dan kedua karena penggunaan acian yang kurang berkualitas.

Cara memperbaikinya adalah dengan melakukan pengelupasan cat menggunakan ampelas pada cat tembok yang bermasalah sampai habis, kemudian bersihkan bagian dinding dari minyak, debu, dan kotoran-kotoran lain yang membuat cat tidak mampu menempel dengan baik pada tembok.

Khusus pada tembok yang mengalami cracking, proses pengacian ulang wajib dilakukan (menggantikan acian lama yang rusak), setelah itu, baru dilakukan pengecatan ulang pada tembok.

 

Sumber foto: youtube.com

2. Cat menggelembung

Penggelembungan pada cat disebabkan proses pengecatan yang salah, acian yang belum kering sempurna, atau karena proses pengecatan ulang cat yang terlalu cepat.

Cara mengatasinya adalah dengan menghilangkan cat lama yang sudah rusak, serta melakukan pengampelasan pada acian tembok yang mengalami masalah tersebut. Biarkan sampai bersih dan kering, kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengecatan ulang.

 

Sumber foto: media.rooang.com

3. Pengapuran

Pengapuran pada cat tembok disebabkan oleh cat yang tidak memiliki ketahanan terhadap sinar matahari. Atau bisa juga disebabkan oleh kesalahan dalam memilih cat, misalnya anda menggunakan cat interior untuk eksterior.

Cara mengatasi masalah ini sangat berbeda untuk lokasi interior dan eksterior. Jika terjadi pada eksterior, dapat diatasi dengan mengganti cat dengan produk cat khusus eksterior dengan terlebih dahulu menghilangkan cat yang bermasalah. Sedangkan jika terjadi pada cat interior, maka hilangkan lapisan cat, dan gunakan alkali killer pada tembok, setelah kering, baru bisa dilakukan pengecatan ulang.

 

Sumber foto: media.rooang.com

4. Penyabunan

Cat yang menggumpal dan melunak pada tembok disebut dengan penyabunan atau saponification. Ini biasanya terjadi karena nilai alkalinitas pada tembok tinggi. Sehingga proses pengecatan menimbulkan reaksi dengan cat yang menyebabkan cat tidak bisa memberikan hasil maksimal.

Cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi masalah ini, yaitu hilangkan cat lama dengan cara melakukan pengelupasan menggunakan kapi, kemudian bersihkan tembok yang bermasalah sampai terbebas dari debu. Berikutnya adalah melapisi tembok yang akan dicat menggunakan alkali killer agar ph tembok menjadi normal, langkah terakhir barulah Anda bisa melakukan pengecatan ulang setelah tembok kering.

 

Sumber foto: badaben.it

5. Pengkristalan

Seperti halnya dengan masalah penyabunan, penyebab terjadinya efflorescence juga karena adanya kandungan alkali pada dinding. Kandungan alkali akan membentuk garam dan terbawa pada permukaan cat tembok, dan proses ini akan menjadi lebih cepat apabila kondisi lingkungan atau tembok lembab.

Cara mengatasi masalah pengkristalan ini juga sama dengan yang bisa anda lakukan untuk mengatasi masalah penyabunan.

 

Sumber foto: homeimprovement.com

6. Cat membercak air

Waterspot atau timbulnya bercak basah pada cat disebabkan adanya rembesan air pada dinding. Rembesan air tersebut dapat disebabkan oleh kebocoran saluran air yang ditanam di dalam tembok, kebocoran talang air, serta rembesan air dari bagian luar atau sisi tembok lain, hingga memicu munculnya jamur pada tembok.

Cara memperbaiki cat tembok yang mengalami waterspot adalah dengan menghilangkan lapisan cat yang lama, setelah itu lapisi tembok yang mengalami kontak dengan air dengan waterproofing (pelapis anti bocor), kemudian lakukan pengecatan ulang setelah lapisan kering.

 

Sumber foto: franklinpainting.com

7. Cat membekas kuas

Cat yang diaplikasikan ke tembok dapat membentuk bekas dari kuas yang diaplikasikan, hal ini disebabkan karena beberapa faktor, seperti kuas cat yang berkualitas rendah, kualitas cat yang rendah atau terlalu encer, serta teknik menggunakan kuas yang salah.

Cara mengatasi masalah ini dengan melakukan penghalusan tembok menggunakan ampelas, kemudian lakukan pengecatan ulang dengan memperhatikan perbandingan campuran cat, sesuai spesifikasi yang direkomendasikan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah kondisi kuas yang digunakan, kuas dengan kondisi tidak baik dapat menyebabkan munculnya masalah yang sama.

 

Itulah tujuh cara mengatasi masalah pengecatan yang pasti seringkali anda temukan. Semoga infomasi ini bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *